Ya, Arjuna juga manusia yang bisa dihinggapi lelah dan letih. Tapi ingat, nama lainku ialah Wijaya, yaitu yang selalu memenangkan tiap pertempuran. Tak peduli bagaimana keadaan yang terjadi sekarang, sang Wijaya akan menang pada akhirnya ~ semoga bukan wujud kesombongan, tapi keyakinan.
Pohon rindang itu hanyalah tempatku beristirahat sejenak untuk memulihkan kekuatanku. Jangan pernah katakan aku ada “dibawah pohon itu untuk menghela nafas dan melihat langit luas yang pernah membuatku terbang tinggi disana“. Ingatlah juga bahwa aku berkuda Ciptawilaha, yang mampu membawaku terbang tinggi di angkasa sejauh apapun itu. Tanpanya pun, aku masih memiliki aji Sepiangin yang bisa membuat diriku berada dimanapun aku ingin.
Sekali lagi kutegaskan, langit maupun daratan tak jadi masalah bagiku. Jadi jangan pernah tanyakan lagi “apakah aku masih mau merasakan sensasi di atas langit? Ataukah aku sekarang lebih ingin melihat begitu indahnya daratan, sehingga buatku menjadikan angkasa sebagi kenangan yang takkan kau lalui lagi?“
Yunda,sebagai penutup aku juga ingin mengingatkan. Bahwa nama lainku ialah Wibhastu, yaitu yang selalu bertarung dengan jujur. Dewa memang lebih tinggi dari manusia, tapi bukan berarti selalu benar dan menang melawan manusia. Pasopati yang kudapat dari Btara Guru, jangankan Dewa, raksasa sakti Niwatakawaca yang memporakporandakan kahyangan pun musnah karenanya.